Hipokrasi Kerajaan Negara Kita

Kalian Rampas Subsidi kami, entah kemana di bawa lari
Kalian beritahu, wang mesti dicatu, kita menuju maju,
Kalian Kata: Jika tidak, semua menderita, habis harta Negara

Kalian berbahasa:Bukan Barang Naik Harga
Cuma sabsidi turun sahaja
Kami orang Desa,mungkin tidak pandai kira juta-juta
Kami orang kecil kota, mungkin tidak sedemikian harta
Jika kalian tipu sebegitu, biasanya kami diam selalu
Tapi dapatkah kami dibohongi, tentang Suapan Saban Hari?
Apalah yang dapat diberitahu anak ke sekolah?
Papa semakin parah,wang semakin lelah?
Jika semalam berlauk, hari ini cuma berkuah

Kerana kerajaan kita sedang susah?
Maka subsidi kita terpakasa diserah
Jika semalam kau makan sepinggan, hari ini separuh
Kerana barang makin angkuh, wang papa makin rapuh
Apa yang dapat dibisik pada anak berkopiah ke Madrasah?
Makananmu sayang, sebahangiannya sudah hilang
Jika mereka Tanya siapa yang membawa lari
Kepada siapa patut kami tuding jari?
Janganlah nanti mereka membenci pertiwi
Akibat mencuri harta rakyat mahrean ini
Atau kami jadi insan curang
Kami beritahu: Cuma sabsidi sahaja yang kurang?
Tiada apa yang hilang, nanti akan datang wang melayang

Dengar sini wahai yang tidak memijak bumi!
Pernahkah kalian mengintipi kehidupan kami
Pernahkah kalian ngerti makna derita dan susah hati
Kami yang semput bagai melukut di kota kedekut
Kami yang bekerja hingga senja di desa yang makin tersiksa
Bertarung nyawa dan masa, menghitung setiap belanja
Pernahkah kau merasa?
Rumah bocor yang lanjut Usia
Baju dan kasut anak yang koyak,
Tinggal dalam rumah yang berasak-asak
Siang kami sebak, malam kami sesak
Sedangkan kalian manusia angkasa
istana permata dibina,kereta berjuta dirasa
Elaun diserata, dari isteri sehingga seluruh keluarga
Hidangan yang teristimewa, konon meraya kemakmuran Negara
Tapi kami masih di sini.di teratak ini dengan lauk semalam
Dengan hidangan yang tidak bertalam,dengan rumah yang suram
Dengan wang yang hampir padam

Tiada istana lawa.tiada kereta berharga
Tiada layanan diraja.tiada berbaju bergaya
Tiada kediaman menteri.tiada hidangan V.I.P
Tiada persen disana sini.tiada bahagian anak dan bini
Tiba-tiba kalian kata : kamilah beban Negara

Aduhai celaka bahasa yang kalian guna
Kalian yang belasah.. kami yang bersalah
Kalian buat untung.hutang kami tanggung
Kalian mewah melimpah,kami susah parah
Kalian hilangkan wang,poket kami yang terbang
Kalian makan isi, kami dijadikan abdi
Kembalilah kepada kami harta Negara
Jangan hanya kalian sahaja yang merasa

No comments: